Tuesday, December 25, 2018

Menjadi Programmer Otodidak Tanpa Harus Kuliah


Jika kamu punya ketertarikan di dunia komputer, khususnya bagaimana cara membuat sebuah program atau aplikasi, kamu bisa mempelajarinya tanpa harus duduk di bangku kuliah. 
Ya, untuk menjadi programmer itu bisa dilakukan secara otodidak. Tapi ini bukan berarti kami menolak pendidikan perguruan tinggi. Bukan seperti itu.
Yang kami maksud di sini yaitu kalau kamu memang punya ketertarikan di bidang itu dan tidak ada keinginan untuk mempelajarinya di perkuliahan, kamu pun tetap bisa meraih mimpi itu dengan belajar sendiri.
Karena ilmu programming / komputer ini merupakan ilmu terapan, yang artinya kamu akan bisa menguasainya dengan cara praktek.
Bahkan kadang mahasiswa jurusan IT yang notabene di kuliah diajarkan ilmu programming, kadang kalau sudah lulus tidak menjadi mereka bisa. Banyak yang telah mengalaminya.
Untuk itu buat kamu yang tidak kuliah, masih terbuka kesempatan lebar untuk tetap bisa menjadi programmer otodidak. Hal yang perlu kamu lakukan adalah :

#1 Belajar Algoritma Dasar

Sebelum kamu mempelajari ilmu programming lebih jauh, pelajaran dasar yang perlu kamu pahami adalah soal algoritma. 
Algoritma merupakan langkah-langkah penyelesaian sebuah masalah. Kalau kamu sudah paham mengenai algoritma, nantinya akan mudah mempelajari bahasa program yang kamu inginkan. Karena ini memang dasar dari ilmu programming.
Di internet banyak sekali materi mengenai algoritma, dan kamu bisa belajar melalui media tersebut. 
Kamu juga bisa membacanya dari buku-buku Algoritma. 
Kami sarankan memang mempelajarinya melalui buku, karena referensinya lebih komplit dan sistematis.

#2 Memilih Bahasa Pemrograman

Dalam memilih bahasa pemrograman ini perlu disesuaikan dengan minat. 
Misalnya saja kamu tertarik untuk membuat program yang berbasis web, berarti kamu harus fokus mempelajari bahasa program seperti HTML, PHP, NodeJS, dll. 
Kalau ingin membuat program yang versi desktop, berarti bahasa program yang perlu dipelajari adalah Java, Delphi, dll.
Pemilihan bahasa pemrograman ini sangat penting, karena akan membuat kamu lebih fokus dalam belajar. 
Jangan sampai semua dipelajari karena itu kadang hasilnya kurang optimal. 
Mending fokus di satu Bahasa Pemrograman dan dalami itu. Sehingga nanti kamu akan lebih expert di bidang itu.

#3 Praktek Langsung

Kalau kamu ingin menjadi programer otodidak, saran kami jangan terlalu banyak teori. Langsung saja praktek dengan membuat proyek kecil-kecilan. 
Dari situ kamu akan belajar membuat proyek sekaligus belajar. Dan cara seperti ini lebih efektif dibanding mempelajari materi satu per satu.
Misalnya saja kamu fokus mempelajari bahasa program desktop, coba kamu untuk membuat proyek aplikasi pendataan inventaris. 
Ini program sederhana, tapi bagi kamu yang baru belajar tentu akan menjadi luar biasa. 
Tidak apa membuat yang kecil-kecil dulu toh tujuannya untuk belajar.
Pastikan tujuan akhirnya adalah program atau aplikasi bisa berjalan sesuai dengan harapan. 
Jadi sebelumnya kamu juga perlu menargetkan tujuan akhir.

#4 Tinjau Ulang Karya Kamu

Meskipun membuat proyek kecil-kecilan, tetapi setelah jadi jangan berbangga diri dulu. 
Kamu harus mencoba meninjau ulang hasil karya kamu itu. 
Coba cari kekurangannya apa. 
Dari kekurangan itu catat dan coba untuk diperbaiki di proyek selanjutnya.
Meninjau ulang ini juga cara agar kamu bisa memahami hasil yang telah kamu buat.

#5 Praktek Lagi

Jangan cepat puas jika belajar pemrograman, karena setiap waktu ilmu ini juga terus mengalami pembaharuan. 
Jadi kamu harus terus belajar dan membuat hal-hal baru. 
Dalam setiap prakter membuat proyek baru, pastikan untuk memperbaiki kesalahan dan kekurangan di proyek sebelumnya. 
Misalnya di proyek sebelumnya menggunakan sistem yang kurang efektif, sekarang di proyek selanjutnya di buat dengan lebih efektif. 
Sehingga proses pembuatan juga akan lebih menghemat waktu.

#6 Bergabunglah dengan Komunitas

Belajar programming secara otodidak dengan sendiri memang kurang asyik. 
Selain tidak bisa ada yang diajak komunikasi, juga tidak bisa bertukar ilmu. 
Maka bergabunglah dengan komunitas programming di daerah mu. Ini akan sangat membantu kamu untuk mendapatkan hal-hal baru. 
Terlebih di sana akan banyak programmer yang telah berpengalaman, sehingga kamu bisa belajar banyak dengan nya.
Bahkan kamu bisa berkesempatan untuk diajak kolaborasi menggarap sebuah proyek.
Menjadi programmer otodidak memang butuh proses. Kalau boleh dikatakan, belajar secara otodidak justru waktunya akan lebih cepat dibanding orang yang kuliah. 
Kamu belajar dan fokus di pemrograman selama 1 tahun saja sudah bisa menguasai. 
Kalau kuliah, selama 4 tahun belum yakin bisa. Karena belajar secara otodidak akan lebih fokus. Selamat belajar!

#7 Apa Selanjutnya ???

Intinya untuk memperdalam pemahaman dalam membuat program atau aplikasi, banyak banyaklah praktek . . .
Terimakasih

Monday, December 24, 2018

Bagaimana Cara Belajar Pemrograman ? 5 Tips yang bisa kamu coba

Belajar pemrograman atau coding itu sebenernya mudah.
Serius .
Ya mudah bagi kita-kita yang sudah familiar dengan beberapa bahasa pemrograman.
Namun, bagi bagaimana dengan pemula ? apalagi bagi yang belum pernah coding belajar pemrograman itu sangat sulit.
Nggak tau harus mulai belajarnya dari mana dan apa saja yang harus dipelajari.
Nah, pada kesempatan ini, saya ingin berbagi beberapa pengalaman dan tips belajar pemrograman yang pernah saya lakukan.
Pastikan kamu sudah memutuskan akan belajar bahasa pemrograman apa dan teknologi yang mana.
Baiklah, mari kita mulai…

1. Perbanyak Praktek


Belajar pemrograman atau coding ini, kita harus dilakukan dengan praktek, bukan menghapal seperti belajar Agama.
Belajar agama juga tidak ada artinya, kalau kita hanya menghapal surat dan ayat tertentu saja tanpa dipraktekan (diamalkan) dalam kehidupan sehari-hari.
Begitu halnya dengan belajar pemrograman.
Tidak ada artinya jika hanya membaca buku tentang pemrograman saja tanpa praktek.
Sebuah kutipan mengatakan:
“Pengalaman adalah guru terbaik”
Dengan kita praktek, kita akan dapat pengalaman. Sedangkan dengan membaca dan juga memahami teori, kita dapat ilmunya.
Karena itu, banyak-banyaklah praktek.
Apa yang harus di praktekkan?
Untungnya di dalam belajar bahasa pemrograman, tidak sama seperti belajar bahasa alami yang harus bisa berbicara, mendengarkan, menulis, dan membaca.
Dalam pemrograman, kita cukup menulis dan membaca saja.
Tulis kodemu sendiri, dan belajarlah cara membaca kode orang lain.
Kenapa berbicara dan mendengarkan tidak dipraktekkan?
Memangnya ada orang yang ngomong pakai bahasa pemrograman?

2. Gunakan Modul atau Tutorial yang Lengkap


Jika kamu belajar sendiri dari internet, pastikan tutorialnya lengkap alias tidak setengah-setengah pembahasannya.
Modul yang lengkap biasanya lebih terstruktur dari bab ke bab.
Tidak seperti KodingKelas yang membahas macem-macem , tapi saya lagi berusaha menyempurnakannya.
Kenapa harus lengkap dan terstruktur?
Karena agar bisa melakukan tips selanjutnya (Tips ke-3).
Ada beberapa tampat yang saya ketahui yang lengkap pembahasannya:
Selain dari tempat-tempat tersebut, belajar dari buku juga bagus.
Salah satu buku yang saya rekomendasikan adalah seri dari buku “Learn x in 24 hours”, karena di sana ada tutorial untuk praktek di tiap bab.

3. Buat Jadwal Belajar


Jadwal akan membuatmu melakukanya secara rutin dan menjadi kebiasaan.
Sediakan waktu setidaknya 1–2 jam setiap hari untuk fokus belajar coding.
Saat jam tersebut, jangan lakukan yang lain seperti buka IG, WA, FB, Email, Twitter, dll. Fokus saja belajarnya. Nanti kalau sudah selesai, baru buka yang itu.
Hasilnya, saya bisa memahami dasar pemrograman dalam sebulan.
Mungkin kalau kuliah membutuhkan waktu 1 sampai 2 semester, karena jadwalnya kan tiap minggu.
Ada tools atau aplikasi untuk buat jadwal ?
Kamu bisa manfaatkan Google Calendar untuk membuat pengingat (reminder) harian, dan merekamnya dengan aplikasi semacam Habits tracker.
Biar kelihatan, ada bolong atau tidak.

4. Cari Teman dan Mentor


Belajar sendiri pasti kurang enak dan kurang motivasi …
Kalau ada error tidak ada teman diskusi, tidak ada tempat bertanya dan curhat.
Coba ajaklah beberapa temanmu untuk belajar hal yang sama. Kalau bisa buat tantangan, balap-balapan misalnya untuk selesaikan modulnya.
Atau mungkin kamu sudah punya teman yang sudah belajar lebih dulu. Kamu bisa tantang dirimu untuk mengejarnya.
Kamu juga bisa menjadikan dia mentor (kalau dia mau), karena dia sudah belajar duluan dan punya banyak pengalaman.
Mentor bisa kamu manfaatkan untuk meminta saran, bertanya, dan berdiskusi tentang masalah yang kamu alami selama belajar.
Atau, kamu juga dapat bergabung di beberapa komunitas pemrograman di internet.

5. Catat dan Bagikan agar tidak Lupa


Cara saya mengingat apa yang sudah dipelajari adalah dengan mencatatnya di blog.
Ini terbukti efektif, daripada membuat catatan di buku.
Apa yang kita sudah tulis, akan dibaca juga oleh orang lain.
Secara tidak sadar, kita juga sedang berlatih untuk menulis dan berkontribusi.
Skill menulis sangat dibutuhkan dalam dunia pemrograman.
Lihat saja dan rasakan sendiri , hehehe…
Apa jadinya kalau tidak ada yang mau menulis dokumentasi.
Belajar coding menjadi lebih sulit, karena kita harus dapat memahami dan membaca kode langsung, tanpa panduan dan dokumentasi.
Karena itu, buatlah dokumentasimu sendiri.
Buatlah catatanmu dalam bahasa indonesia, agar orang lain yang tidak bisa bahasa inggris bisa membaca dan mempelajarinya.

Akhir Kata…

Untuk saat ini, itulah beberapa tips yang bisa saya berikan. Mungkin akan ada tambahan ke depannya.